IG Bagus Yatna Wibawa, Wisudawan Terbaik S-2 Sekolah Pascasarjana

image
By usi_pasca On Monday, March 13 th, 2017 · no Comments · In

UNAIR NEWS – Terkejut dan tidak menyangka. Begitulah gambaran perasaan I Gde Bagus Yatna Wibawa, ST., M.T., ketika dinyatakan sebagai wisudawan terbaik S-2 Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Ia lulus program studi Teknobiomedik, dengan IPK 3,95.

”Saya terkejut, karena saya merasa biasa-biasa saja. Masih banyak teman-teman yang lebih kritis. Tetapi dengan IPK setinggi itu, tentu akan membawa tantangan bagi saya. Pandangan orang terhadap saya akan menjadi tinggi,” tutur Bagus kepada Warta UNAIR.

Apa kiatnya? Dalam perkuliahan, ia selalu mengerjakan tugas semaksimal mungkin dan memperbaiki kekurangan-kekurangan sebelumnya. Menurutnya, semakin banyak ia belajar, semakin banyak hal yang justru ia tidak ketahui. Selain itu, selama kuliah ia menyibukkan diri dengan mengikuti penelitian dosen pembimbing tentang pengembangan produk fotodinamik untuk kedokteran gigi dan akupunktur, kegiatan pameran, dan akreditasi prodi.

Beragam kegiatan tak membuat Bagus lupa akan tantangan orang tuanya untuk menyelesaikan studi S-2 di UNAIR kurang dari dua tahun. “When you want to give up, remember why you started (Ketika kamu ingin menyerah, ingatlah mengapa kamu memulai). Pesan dari Evan Charmichael itulah yang membuat saya tetap semangat,” tutur Bagus.

Dalam tesisnya, ia membahas pemanfaatan laser di bidang kedokteran gigi. Ia meneliti tentang periodontitis (penyakit pada jaringan pendukung gigi). Sumber penularannya adalah kuman-kuman yang bersifat patogen pada gigi, jumlahnya meningkat karena kurangnya perhatian host dalam menjaga kebersihan mulut. Ketika diuji, bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans dapat menyebabkan infeksi endokartitis apabila masuk ke peredaran darah.

Masyarakat terkadang mengabaikan perawatan gigi dan masih beranggapan laser sebagai benda berbahaya. Ia memanfaatkan low level power laser diode yang tidak berbahaya terhadap jaringan tubuh manusia, namun dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri.

“Penelitian ini dan penelitian terdahulu dapat menjadi acuan untuk dikembangkan menjadi produk, sehingga nanti dapat digunakan masyarakat secara luas,” terangnya. (*)

Penulis: Siti Nur Umami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *