Kerja Keras Faiq Berbuah Predikat Wisudawan Terbaik Pascasarjana

image
By usi_pasca On Monday, January 09 th, 2017 · no Comments · In

UNAIR NEWS – Pentingnya penanganan luka akibat kecelakaan menggunakan balutan luka (wound dressing) menjadi sorotan dalam penelitian tesis Faiq Nadiatul Mardia Asa, MT. Perempuan kelahiran Jember ini memfokuskan penelitian dengan membuat wound dressing untuk penanganan luka derajat sedang hingga berat dengan menggunakan bahan alam, seperti kolagen dari sisik ikan, alginat dari ganggang laut cokelat, serta ada penambahan nanopartikel perak.

Dengan tesisnya yang berjudul “Komposit Kolagen Fibril-Alginat-Nanopartikel Perak Sebagai Kandidat Membran Hidrogel Skin Substitute Anti Bakteri” berhasil mengantarkan Faiq menjadi wisudawan terbaik Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, dengan meraih IPK 3,93.

“Menjadi wisudawan terbaik ini merupakan reward atas segala kerja keras saat kuliah dan saat mengerjakan tugas akhir. Selalu semangat dan jangan pernah malas untuk terus berusaha, walaupun ada masalah sesulit apapun saat kuliah,” jelas Faiq.

Ia menuturkan, bahan penelitian yang digunakan itu memiliki sifat ideal dan dapat dijadikan sebagai bahan balutan luka yang biokompatibel.

Wound dressing ini bersifat biokompatibel, sehingga sangat efektif, aman, dan dapat mempercepat penyembuhan luka. Disamping itu bahan pembuatannya juga bernilai ekonomis sehingga dapat mengurangi wound dressing impor,” tambahnya.

Selama menjadi mahasiswa Prodi Teknobiomedik, ia mengaku bahwa penelitiannya harus dilakukan di luar UNAIR. Berkat bantuan dua dosen pembimbingnya, yaitu Dr. Sri Sumarsih., M.Si., dan Andi Hamim Zaidan, M.Si., Ph.D, akhirnya Faiq dapat menyelesaikan studinya dua tahun saja.

“Banyak ilmu yang variatif yang saya peroleh dari Teknobiomedik. Prodi ini menampung banyak disiplin ilmu dan bisa dikatakan kompleks. Untuk mendapatkan hasil uji bahan yang valid, saya juga mengujikan penelitian ini ke lab di ITS, Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya,” tuturnya.

Perjalanan cukup panjang dalam mendapatkan data, mengajarkan Faiq untuk selalu bersemangat dalam mengerjakan apapun. Sebab ia yakin dengan ridho Tuhan dan orang tua. (*)

Penulis: Disih Sugiarti
Editor: Binti Quryatul Masruroh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *